<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837</id><updated>2012-02-15T22:45:18.990-08:00</updated><title type='text'>INDONESIA SUCKS!!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-8210336011071996017</id><published>2008-04-08T05:21:00.002-07:00</published><updated>2008-04-08T05:26:11.791-07:00</updated><title type='text'>Kemana Pengamen Kreatif Itu?</title><content type='html'>Waktu itu seperti kebanyakan mahasiswa pas-pasan lainnya, saya selalu pulang kuliah dengan bis kota. Masa itu pertengahan 90-an. Soeharto sedang kuat-kuatnya, Grunge sedang jaya-jayanya. Rambut gondrong sebahu dan baju flanel kotak-kotak jadi pakaian wajib remaja. Saya masih buta politik, yang saya tahu hanya Nirvana, Soundgarden dan kuliah.Z aman itu, setiap pukul 15.00 saya selalu menunggu bis P 67 tingkat di halte Panin Bank Sudirman untuk pulang kuliah. Saya bersama-teman-teman yang satu tujuan selalu berlomba untuk masuk ke bis dan mencari tempat duduk dekat jendela di lantai 2 bis tingkat itu. Tak seperti kebanyakan bis kota lainnya, bis tingkat punya daya angkut penumpangnya lebih banyak ketimbang bis kota lainnya, sehingga jarang sekali kita harus berdiri bahkan berhimpit-himpitan di bis itu. Entah mengapa pemda DKI Jakarta tak meremajakan bis tingkat itu. Setiap hari juga saya menyediakan recehan khusus untuk pengamen. Saya menganggap mengamen adalah satu mata pencaharian terpandang, karena itu adalah salah satu cara termudah bagi seniman untuk menjual keahlian bermusiknya. Selama perjalanan menuju pulang, para seniman jalanan berambut gondrong itu pun bergantian masuk ke dalam bis menyanyikan lagu-lagu Iwan Fals, Doel Sumbang, Kebyar-kebyarnya Gombloh, bahkan tak jarang mereka menyanyikan lagu karangan mereka sendiri. Saya pun selalu menikmati hiburan di dalam bis kota itu, rasanya tak sia-sia saya mengeluarkan recehan untuki mereka. Itu sebuah penghargaan buat mereka yang sudah menghibur saya dan penumpang-penumpang lainnya. Seniman-seniman jalanan itupun terlihat serius mengamen. Mereka membawa ketipung, gitar dan yang utama adalah mereka membawa skill mereka dalam bermusik yang tak asal jadi. Selain pengamen bermusik, ada juga pengamen puisi yang populer pada akhir 90-an. Tingkah polah pengamen puisi ini tak jarang membuat saya tersenyum,"Mereka urat malunya sudah hilang kali yah", begitu ujar saya dalam hati setiap melihat pengamen puisi. Bayangkan bagaimana kita harus mengumpulkan keberanian untuk membaca puisi sembari berteriak-teriak di dalam bis, bahkan pernah saya lihat ada pengamen puisi yang sampai berguling-guling di lantai KRL Jabotabek . Bagi saya, itu sungguh tugas yang berat untuk melawan diri sendiri agar berani tampil di dalam bis yang penuh sesak dengan manusia yang isi otaknya bermacam-macam. Bagi saya pengamen zaman itu adalah "real" seniman jalanan.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;       Tapi kini, saya tak tahu kemana mereka, atau kemana generasi penerus pengamen-pengamen "serius" itu. Sekarang yang saya lihat para pengamen tak lebih dari sekumpulan anak muda pemadat yang tak punya ketrampilan bermusik, mencoba memalak setiap orang dengan cara mengganggu ketentraman orang di dalam bis dan di warung-warung makan. Dengan tampang intimidatif mereka bernyanyi dengan suara sumbang dan diiringi dengan suara gitar yang tak disetem. Menunggu orang cepat-cepat mengeluarkan duit agar mereka segera pergi. Bagi saya, tak ada lagi keinginan untuk mendengarkan musik dari pengamen sekarang. Lagunya itu-itu saja, cuma lagu cinta kacangan yang dinyanyikan dengan tak keruan.Bahkan tak jarang ada aroma alkohol yang keluar dari mulut mereka ketika bernyanyi. Saya tahu itu salah satu cara mereka mengintimidasi orang agar segera mengeluarkan recehan untuk mereka. Pengamen atau pemalak yah?, tak jelas. Yang jelas tampaknya mereka sudah bukan menjual suara lagi. Ini ibarat mengemis atau memalak orang dengan menggunakan gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Rezki Hasibuan-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-8210336011071996017?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/8210336011071996017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=8210336011071996017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/8210336011071996017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/8210336011071996017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2008/04/kemana-pengamen-kreatif-itu.html' title='Kemana Pengamen Kreatif Itu?'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-8239073731554762259</id><published>2008-04-08T05:21:00.001-07:00</published><updated>2008-04-08T05:23:53.686-07:00</updated><title type='text'>Birokrat Larang Musik Keras, Takut Anak Muda Kritis?</title><content type='html'>Minggu pagi itu mata saya tertuju pada headline koran Pos Kota. Judulnya "Gubernur Jawa Barat Larang Musik Underground". Judul koran itu cukup menarik bagi saya, hingga saya beli koran itu. Reaksi saya geli bercampur prihatin atas pemberitaan itu. Geli, dengan beberapa kalimat yang dituliskan wartawan itu, seperti  idiom Underground yang disalah artikan sebagai musik keras, padahal Underground adalah gerakan bermusik melalui lebel-label kecil , atau dengan ethos Do It yourself (DIY). Geli dengan beberapa kalimat si wartawan yang memasukkan opininya dengan mengatakan penggemar musik Underground berdandan mengerikan, karena bagis ebagian orang dandanan kaum pecinta musik keras itu biasa biasa saja. Tetapi kemudian saya prihatin dengan kebijakan pemerintah Jawa Barat yang mengkebiri ekspresi bermusik dengan melarang pengelola gedung menampilkan panggung musik "Underground".  Karena pemerintah Jawa Barat membuat keputusan sepihak dengan anggapan musik keraslah yang membawa maut. Padahal tidak!. Tragedi konser "Beside" pekan lalu sebenarnya pengulangan dari tragedi yang sama pada konser "Ungu" setahun lampau. Artinya, bukan musik yang harus dituding sebagai penyebab tragedi tewasnya penonton pada kedua konser itu. Tetapi, kesalahan event organizer yang hanya memikirkan keuntungan tanpa peduli dengan hak penonton. Bayangkan, kapasitas gedung AACC yang hanya 600 orang, tapi EO menyediakan tiket 4000 lembar. Konser Inul si "Ratu Ngebor" sekalipun kalau diadakan di AACC dengan cara begitu,pasti bakal menimbulkan tragedi serupa. Apa yang ada di kepala gubernur Jawa Barat Danny Setiawan hingga mengeluarkan larangan yang menghambat ekspresi kaum musik keras di Jawa Barat?. apalagi produktivitas kaum musik keras di Bandung cukup tinggi. Dimana nanti mereka akan manggung, dimana nanti mereka akan berekspresi kalau pemerintahnya represif begitu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pikiran saya kemudian tertuju kepada sepotong kalimat di Pos Kota yang mengatakan musik "Underground" akrab dengan kerusuhan dan minuman keras. Bukankah musik dangdut dan ajep-ajepnya House Music di diskotik juga begitu?. Bahkan kaum clubers disebut-sebut akrab dengan narkotika jenis ekstasi dan heroin. Sementara anak-anak Metal dan Punk itu paling hanya akrab dengan Anggur Cap Orang Tua.  Bagi mereka lebih baik membuang uang untuk membuat musik ketimbang beli obat-obatan mahal seperti ekstasi apalagi putauw. Saya bicara seperti ini karena saya pernah menjadi bagian dari mereka, bahkan hingga kini saya masih mendengarkan Slayer,  Kreator dan Megadeth di Mp3 Player saya. Saya kemudian menduga , bukan kerusuhan dan minuman kerasnya yang mereka takutkan, tapi anak-anak Metal dan anak-anak Punk ini memang bibit–bibit kaum kritis yang sudah mulai mengkespresikan pemberontakan mereka akan pemerintah dan nilai-nilai hipokrit kaum birokrat melalui lagu. Ini bukan mengada-ada, pada 1998 saya pernah nyebur ke komunitas Jakarta Punk. Usai Soeharto jatuh saya menobatkan diri sebagai Punkers.. Saya ambil keputusan itu setelah saya ngeband bareng Wendi Putranto di band yang bernama "Genius Crime". Lirik-lirik kritis lagu  band Punk Amerika "Bad Religion" yang sering kita bawa membawa saya kepada keputusan ,"jika kamu mau menyatukan politik dan musik, you have to be a punkers".  Puja puji saya kepada Grunge, Hair Metal, Jimmi Hendrix dan Jimmy Page saya tinggalkan dulu. Gantinya saya penuhi isi otak saya dengan musik musik tiga jurus tapi punya lirik yang kritis seperti "Bad Religion" itu.  Seiring dengan itu saya malah semakin gila-gilaan "turun ke jalan" meneriakkan yel yel Anti Orde Baru, dan Anti Habibie. Bahkan semakin aktif di organiasasi dan pers mahasiswa. I become a real rebellion!. Saya pun kemudian bersama dengan teman-teman saya termasuk sang pencetus Brainwashed Fanzine , Wendi Putranto yang kini menjadi jurnalis Rolling Stone meluncurkan Brainwahed Fanzine Vol .7, majalah musik keras yang mencampur adukkan politik dan musik. Disamping itu saya juga semakin tertarik membedah lirik –lirik musik keras dan hey!, lirik musik Metal juga begitu, Pantera, Anthrax dan Megadeth juga sering membicarakan kritik sosial dan lirik lirik cercaan terhadap kaum birokrat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Oleh karena itu saya yakin keputusan pemerintah Jawa Barat untuk melarang panggung musik keras punya tendensi politik. Mereka ingin menumpulkan daya kritis anak-anak muda. Karena yang saya  tahu sedikit sekali anak muda yang kritis karena doyan baca buku, tapi saya punya asumsi banyak anak muda yang menjadi kritis melalui jalan seperti yang pernah saya lakoni dulu. Mungkin hal ini dianggap ancaman bagi kaum birokrat sehingga mereka merasa perlu melarang panggungh-panggung musik keras yang mungkin diangap sebagai konsolidasi anak muda kritis. Mungkin nyaris tidak kelihatan maksud-maksud seperti itu. Tapi ini sama saja dengan sikap pemerintah yang  mencoba kembali memenjarakan wartawan pada RUU Kebebasan Informasi Publik (KIP). Artinya, birokrat sudah punya  maksud memenjarakan kebebasan seseorang berkreasi. kalau kata Wiji Thukul tak ada kata lain selain LAWAN!!. LAWAN PENINDASAN!! . LAWAN BIROKRAT BUSUK!!. AYO PERJUANGKAN KEBEBASAN KITA BERKEPRESI!! .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *Jurnalis KBR68H, pecinta musik keras&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-8239073731554762259?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/8239073731554762259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=8239073731554762259' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/8239073731554762259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/8239073731554762259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2008/04/birokrat-larang-musik-keras-takut-anak_08.html' title='Birokrat Larang Musik Keras, Takut Anak Muda Kritis?'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-7730276338283011558</id><published>2008-04-08T05:21:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T05:23:33.541-07:00</updated><title type='text'>Birokrat Larang Musik Keras, Takut Anak Muda Kritis?</title><content type='html'>Minggu pagi itu mata saya tertuju pada headline koran Pos Kota. Judulnya "Gubernur Jawa Barat Larang Musik Underground". Judul koran itu cukup menarik bagi saya, hingga saya beli koran itu. Reaksi saya geli bercampur prihatin atas pemberitaan itu. Geli, dengan beberapa kalimat yang dituliskan wartawan itu, seperti  idiom Underground yang disalah artikan sebagai musik keras, padahal Underground adalah gerakan bermusik melalui lebel-label kecil , atau dengan ethos Do It yourself (DIY). Geli dengan beberapa kalimat si wartawan yang memasukkan opininya dengan mengatakan penggemar musik Underground berdandan mengerikan, karena bagis ebagian orang dandanan kaum pecinta musik keras itu biasa biasa saja. Tetapi kemudian saya prihatin dengan kebijakan pemerintah Jawa Barat yang mengkebiri ekspresi bermusik dengan melarang pengelola gedung menampilkan panggung musik "Underground".  Karena pemerintah Jawa Barat membuat keputusan sepihak dengan anggapan musik keraslah yang membawa maut. Padahal tidak!. Tragedi konser "Beside" pekan lalu sebenarnya pengulangan dari tragedi yang sama pada konser "Ungu" setahun lampau. Artinya, bukan musik yang harus dituding sebagai penyebab tragedi tewasnya penonton pada kedua konser itu. Tetapi, kesalahan event organizer yang hanya memikirkan keuntungan tanpa peduli dengan hak penonton. Bayangkan, kapasitas gedung AACC yang hanya 600 orang, tapi EO menyediakan tiket 4000 lembar. Konser Inul si "Ratu Ngebor" sekalipun kalau diadakan di AACC dengan cara begitu,pasti bakal menimbulkan tragedi serupa. Apa yang ada di kepala gubernur Jawa Barat Danny Setiawan hingga mengeluarkan larangan yang menghambat ekspresi kaum musik keras di Jawa Barat?. apalagi produktivitas kaum musik keras di Bandung cukup tinggi. Dimana nanti mereka akan manggung, dimana nanti mereka akan berekspresi kalau pemerintahnya represif begitu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pikiran saya kemudian tertuju kepada sepotong kalimat di Pos Kota yang mengatakan musik "Underground" akrab dengan kerusuhan dan minuman keras. Bukankah musik dangdut dan ajep-ajepnya House Music di diskotik juga begitu?. Bahkan kaum clubers disebut-sebut akrab dengan narkotika jenis ekstasi dan heroin. Sementara anak-anak Metal dan Punk itu paling hanya akrab dengan Anggur Cap Orang Tua.  Bagi mereka lebih baik membuang uang untuk membuat musik ketimbang beli obat-obatan mahal seperti ekstasi apalagi putauw. Saya bicara seperti ini karena saya pernah menjadi bagian dari mereka, bahkan hingga kini saya masih mendengarkan Slayer,  Kreator dan Megadeth di Mp3 Player saya. Saya kemudian menduga , bukan kerusuhan dan minuman kerasnya yang mereka takutkan, tapi anak-anak Metal dan anak-anak Punk ini memang bibit–bibit kaum kritis yang sudah mulai mengkespresikan pemberontakan mereka akan pemerintah dan nilai-nilai hipokrit kaum birokrat melalui lagu. Ini bukan mengada-ada, pada 1998 saya pernah nyebur ke komunitas Jakarta Punk. Usai Soeharto jatuh saya menobatkan diri sebagai Punkers.. Saya ambil keputusan itu setelah saya ngeband bareng Wendi Putranto di band yang bernama "Genius Crime". Lirik-lirik kritis lagu  band Punk Amerika "Bad Religion" yang sering kita bawa membawa saya kepada keputusan ,"jika kamu mau menyatukan politik dan musik, you have to be a punkers".  Puja puji saya kepada Grunge, Hair Metal, Jimmi Hendrix dan Jimmy Page saya tinggalkan dulu. Gantinya saya penuhi isi otak saya dengan musik musik tiga jurus tapi punya lirik yang kritis seperti "Bad Religion" itu.  Seiring dengan itu saya malah semakin gila-gilaan "turun ke jalan" meneriakkan yel yel Anti Orde Baru, dan Anti Habibie. Bahkan semakin aktif di organiasasi dan pers mahasiswa. I become a real rebellion!. Saya pun kemudian bersama dengan teman-teman saya termasuk sang pencetus Brainwashed Fanzine , Wendi Putranto yang kini menjadi jurnalis Rolling Stone meluncurkan Brainwahed Fanzine Vol .7, majalah musik keras yang mencampur adukkan politik dan musik. Disamping itu saya juga semakin tertarik membedah lirik –lirik musik keras dan hey!, lirik musik Metal juga begitu, Pantera, Anthrax dan Megadeth juga sering membicarakan kritik sosial dan lirik lirik cercaan terhadap kaum birokrat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Oleh karena itu saya yakin keputusan pemerintah Jawa Barat untuk melarang panggung musik keras punya tendensi politik. Mereka ingin menumpulkan daya kritis anak-anak muda. Karena yang saya  tahu sedikit sekali anak muda yang kritis karena doyan baca buku, tapi saya punya asumsi banyak anak muda yang menjadi kritis melalui jalan seperti yang pernah saya lakoni dulu. Mungkin hal ini dianggap ancaman bagi kaum birokrat sehingga mereka merasa perlu melarang panggungh-panggung musik keras yang mungkin diangap sebagai konsolidasi anak muda kritis. Mungkin nyaris tidak kelihatan maksud-maksud seperti itu. Tapi ini sama saja dengan sikap pemerintah yang  mencoba kembali memenjarakan wartawan pada RUU Kebebasan Informasi Publik (KIP). Artinya, birokrat sudah punya  maksud memenjarakan kebebasan seseorang berkreasi. kalau kata Wiji Thukul tak ada kata lain selain LAWAN!!. LAWAN PENINDASAN!! . LAWAN BIROKRAT BUSUK!!. AYO PERJUANGKAN KEBEBASAN KITA BERKEPRESI!! .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *Jurnalis KBR68H, pecinta musik keras&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-7730276338283011558?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/7730276338283011558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=7730276338283011558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/7730276338283011558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/7730276338283011558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2008/04/birokrat-larang-musik-keras-takut-anak.html' title='Birokrat Larang Musik Keras, Takut Anak Muda Kritis?'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-5770538740637789475</id><published>2007-08-25T03:39:00.001-07:00</published><updated>2007-08-25T03:43:57.137-07:00</updated><title type='text'>Ancient Horse Never Die</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_Jzv5q75Ipxc/RtAHnXxseeI/AAAAAAAAABE/CsmpMmxPybw/s1600-h/CB+merah+II.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_Jzv5q75Ipxc/RtAHnXxseeI/AAAAAAAAABE/CsmpMmxPybw/s400/CB+merah+II.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102586750789515746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-5770538740637789475?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/5770538740637789475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=5770538740637789475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/5770538740637789475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/5770538740637789475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/ancient-horse-never-die.html' title='Ancient Horse Never Die'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_Jzv5q75Ipxc/RtAHnXxseeI/AAAAAAAAABE/CsmpMmxPybw/s72-c/CB+merah+II.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-1413882127504317090</id><published>2007-08-24T05:07:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T05:08:04.035-07:00</updated><title type='text'>Hapuskan "Jale"!.Praktek "Jale" Rendahkan Wartawan</title><content type='html'>Jurnalis pasti akrab dengan istilah "jale", alias "jelas". Istilah ini identik dengan praktek amplop, pastinya duit didalam amplop yang sering dibagi-bagikan oleh narasumber kepada wartawan. Praktek seperti ini lumrah terjadi dikalangan wartawan. Katanya sudah membudaya sejak zaman orde baru dulu. Bahkan seperti sudah menjadi kewajiban bagi para staf humas instansi pemerintah dan swasta untuk membagi-bagikan "jale" setelah konferensi pers. Para wartawan pun merasa "jale" itu adalah benefit yang mereka dapat dalam menjalankan profesi jurnalis.        "Jale" alias amplop jelas melanggar kode etik jurnalisme. Butir kelima Kode Etik wartawan Indonesia jelas-jelas menjelaskan bahwa wartawan Indonesia tidak menerima suap, dan tidak menyalahkan profesi. Tapi tampaknya banyak wartawan yang cuek dengan kode etik ini. Berbagai alasan yang dilontarkan mereka. Gaji kecil dijadikan alasan untuk mengesahkan paraktek "jale" ini.  Di lain pihak praktek "jale" ini menyuburkan wartawan bodrex alias wartawan gadungan yang bermodalkan kartu pers mereka akan berbondong-bondong mendatangi konferensi pers untuk mendapatkan "jale". Akibat  "jale" ini banyak tanggapan miring atas profesi wartrawan. Ada yang bilang "menghandle" wartawan sulit karena mereka kerap berbondong-bondong dan memaksa staf humas untuk mengeluarkan "jale". Ada yang bilang wartawan bakal tak mau datang kalau konferensi pers tak ada "jale"-nya. Bahkan ada yang dengan keras nemuding wartawan itu hobbynya minta duit. Tak jarang  wartawan yang mengharamkan jale seperti saya ini juga ikut-ikutan merasakan dampak buruk kebiasaan "jale" ini. Misalnya, ketika kita sedang liputan khusus ke perusahaan swasta, para staf perusahaan itu pasti  curiga dengan kita, karena dikiranya saya adalah wartawan yang menghadap ke bos mereka untuk minta duit. Yang paling mengesalkan saya juga pernah tak bisa masuk ke salah satu acara instansi pemerintah karena kalah duluan dari segerombolan wartawan bodrex yang mengambil seluruh jatah ID khusus untuki masuk ke acara itu. Pastinya wartawan bodrex itu dengtan semangat pasukan bodrex berusaha masuk ke acara itu demi "jale", what else!. Akibatnya saya batal mewawancarai pak Menteri. Ini semua gara-gara "jale". Pokoknya makhluk bernama "jale" ini buruk sekali dampaknya, dan harus dihapuskan!. Kalau tidak, citra wartawan akan jelek!. Saya usul bagaimana, kalau praktek suap menyuap wartawan ini dimasukkan dalam pasal penyuapan pada revisi UU tindak pidana korupsi. Larang semua bentuk gratifikasi kepada wartawan. Pastinya, larang seluruh instansi pemerintah, swasta dan seluruh narasumber untuk memberikan segala bentuk gratifikasi kepada wartawan. Karena diindikasikan juga praktek "jale" ini juga menjadi ladang subur bagi para staf humas untuk "bermain". Pantas saja beberapa humas pemerintah memelihara wartawan bodrex.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-1413882127504317090?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/1413882127504317090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=1413882127504317090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/1413882127504317090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/1413882127504317090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/hapuskan-jalepraktek-jale-rendahkan.html' title='Hapuskan &quot;Jale&quot;!.Praktek &quot;Jale&quot; Rendahkan Wartawan'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-6026536689730836305</id><published>2007-08-24T05:05:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T05:06:46.539-07:00</updated><title type='text'>reporter dibayar RP.15.000/berita</title><content type='html'>Kemarin, saya bertemu teman lama yang kini menjadi reporter di sebuah radio terkenal di Jakarta.Karena sudah lama tak bertemu banyak bahan obrolan yang dibicarakan. Kemudian iseng-iseng saya menanyakan soal gaji yang ia terima di radio itu. Saya menanyakan itu tanpa sungkan-sungkan karena dulu saya cukup berteman akrab dengan dia. Alangkah kagetnya saya ketika dia bilang dia hanya dibayar Rp.15.000,-/ berita. Hanya segitukah seorang reporter dihargai? Kegelisahan ini kemudian saya bawa sampai ke rumah. Di rumah saya iseng-iseng menghitung penghasilan dia sebulan. teman saya itu bilang, di radio itu setiap hari ia minimal harus dapat tiga berita. Saya kemudian menghitung jika dia setiap hari dirata-ratakan mendapat tiga berita berarti sehari dia dibayar Rp.45.000,- . Rp.45.000,- X 20 hari kerja, berarti setiap bulan dia hanya mendapat Rp.900.000,- /bulan. Uang sebesar itu bagi reporter bujangan saja sangat tidak memadai. Saya bisa mengatakan itu, karena saya dulu pernah bekerja sebagai reporter yang hanya digaji Rp 1.200.000,-. Uang sebesar itu bagi saya sangat tak memadai. bagaimana pula dengan teman saya yang hanya dibayar Rp 900.000,- /bulan, sementara dia mempunyai 4 orang anak, bahkan istrinya hanya ibu rumah tangga. Entah bagaimana dia harus menutupi kekurangan dari penghasilannya yang minim itu. Dan parahnya lagi, bagaimana pula jika suatu saat ia sakit sehingga terpaksa tak kerja. Bagaimana keluarganya harus dibiayai, karena teman saya ini hanya bisa mendapat uang kalau dia menyetor berita yang hanya dihargai Rp.15.000,-/ berita. Bagi saya, yang lebih sedih lagi adalah, karya intelektual seorang wartawan hanya dihargai sebesar Rp.15.000,- . Bayangkan saja, seorang wartawan floating seperti teman saya itu harus mengejar berita dari satu tempat ke tempat lain. Dia harus mengeluarkan ongkos transport untuk mencapai tujuan. Belum lagi uang untuk beli makan dan minuman ketika bekerja. Media radio itu tampaknya tak menghargai hasil karya si reporter yang harus bertungkus lumus dan juga harus menguras otak untuk membuat karya jurnalistik itu. semua itu hanya dibayar Rp.15.000,- hanya lima belas ribu perak coooy bayangkan seorang wartawan di Jakarta hanya dibayar lima belas ribu perak per berita. Ini bagi saya KEJAM SEKALI!!, KEJAM SEKALI!!!. harus ada yang bertindak untuk menaikkan penghasilan para kontributor radio seperti teman saya itu. Bagi teman-teman yang bekerja di radio itu,harus punya keberanian mendobrak manajemen untuk mempertimbangkan kenaikan gaji para kontributor itu. terus terang saya rasanya mau menangis mendengar pengakuan teman saya yang hanya dibayar Rp.15.000,-/ berita.Uang sebesar itu bahkan tak cukup untuk tiga kali naik bis AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Rezki Hasibuan-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 09, 2007 | Permalink | Comments (0)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-6026536689730836305?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/6026536689730836305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=6026536689730836305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/6026536689730836305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/6026536689730836305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/reporter-dibayar-rp15000berita.html' title='reporter dibayar RP.15.000/berita'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-3569661462979863948</id><published>2007-08-24T05:03:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T05:04:11.836-07:00</updated><title type='text'>SMASH THE RICH</title><content type='html'>Setiap hari gue sering melihat jurang kesenjangan sosial yang makin lama menganga makin lebar. Di Indonesia ini lengkap coooy!. Ada yang bisa koleksi Ferrari tetapi ada juga yang makannya cuma sekali sehari. Ada yang gampang banget sekolah di luar negeri, tapi ada yang tak lulus SD. Ada yang gampang masuk kerja karena hidupnya sempurna, ada yang susah banget dapat kerja karena dianggap tak menarik, padahal kemauan kerjanya tinggi. gue kadang berpikir, kenapa yang berlebihan itu tak mau legawa memberikan kelebihannya kepaa orang lain yang susah. Gue beberapa kali baca perbincangan para foreigners soal Indonesia. Sumpah, mereka masih menganggap Indonesia itu indah, kecuali satu hal yaitu negara ini kesenjangan sosialnya tinggi. Di Cuba aja tingkat pengangguran bisa ditekan hingga o %, di Malaysia, kaum middle class adalah majority, yang miskin tinggal sedikit ( kalau lihat perkampungan kumuh di Malaysia maka bisa dipastikan itu rumah para TKI huehehehe). Kenapa kesenjangan sosial sangat tinggi dii Indonesia?. Karena pemerintah di negara ini membiarkan rakyatnya seperti di hutan rimba. tak ada yang dilindungi kecuali elo "kuat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya udah gue mo tidur deh, pusing siy mikirin ini, tetapi gue gak bisa lari dari kenyataan ini. Setiap gue jalan, gue selalu melihat kejanggalan ini, mobil mewah berseliweran, tapi di setiap lampu merah masih ada aja pengemis, seakan keanehan ini sudah menjadi biasa. ooooh my fuckin country, I really really hate you. I really really hate your culture, your system. only few things in Indonesia that I adore. Negara gue punya banyak daerah yang menyimpan pemandangan yang indah. Hewan beraneka ragam dan hutan yang Indah. Tapi semua itupun sudah terancam rusak oleh bangsat-bangsat yang cuma mikir duit!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah usulan kemudian terbersit di benak gue. Bagaimana kalau negara ini membatasi kesempatan orang untuk menjadi kaya, tetapi membuka kesempatan seluas-luasnya bagi semua warga negara untuk hidup layak. bagaimana teknisnya, ya sudah suatu saat gue ada kesempatan untuk melemparkan gagasan ini secara detail kepada bapak bapak kita. Lagian khan gue jurnalis, yang selalu berada disekeliling bapak-bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi yah itu mari kita kampanyekan. BATASI ORANG KAYA, BERI KESEMPATAN SELUAS-LUASNYA BAGI SI MISKIN HIDUP LAYAK!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-3569661462979863948?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/3569661462979863948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=3569661462979863948' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/3569661462979863948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/3569661462979863948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/smash-rich.html' title='SMASH THE RICH'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-3491560537653520783</id><published>2007-08-24T05:01:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T05:02:38.568-07:00</updated><title type='text'>The Corruptor</title><content type='html'>ya know, all this stuff is evil. But I like to consume that, cuz it is nice always living in sin. I don't care if god burn me in hell, cuz evil is delicious, evil is good for my life. I bought a big maisonette in evil way, I bought a Masserati with devil in my evil head. I married the one I love with evil way. Even now I don't care about her, because I've so many bitches. Everyday I sunk my dick in every bitches evil pussies because I like to make them screaming like devil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I bring so many evil in my pocket. I give it to my wife , I give it to my son, I give it to my friend, I give it to all my bitches, I give it to my slave, I give it to everyone who wants it. They turn to be like me, corrupt. I give them the culture of devil,corrupt. If you don't corrupt, you can't be like me.I 'm a stinking rich person in the world. no one can defeat me. I conquer the world with the thing so-cal Corrupt. no one can take me to the jail. because I can pay the judges  and tell them do not condemn me and...., no one can kill me cuz I'm too rich. Even my body turn to be rotten and smell in the graveyard, I still alive in every people mind. I always haunted them to be a new corruptor, because I already gave 'em evils.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;060914-68h-riz-the Corruptor&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-3491560537653520783?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/3491560537653520783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=3491560537653520783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/3491560537653520783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/3491560537653520783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/corruptor.html' title='The Corruptor'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-7276878803026957830</id><published>2007-08-24T04:58:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T05:00:16.910-07:00</updated><title type='text'>One step forward  and you don't look back</title><content type='html'>one step to the new world&lt;br /&gt;one step to the big responsibilites&lt;br /&gt;one step to the better future&lt;br /&gt;and, one step for the final monumental sacred ties&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kzer anadrev 060826&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-7276878803026957830?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/7276878803026957830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=7276878803026957830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/7276878803026957830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/7276878803026957830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/one-step-forward-and-you-dont-look-back.html' title='One step forward  and you don&apos;t look back'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-6986790257987541777</id><published>2007-08-24T04:54:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:57:08.051-07:00</updated><title type='text'>Dongeng Dari Negeri Sembahsimbol</title><content type='html'>Suatu waktu di Sembahsimbol hiduplah seorang pria bernama Toti. Ia adalah salah satu pria paling beruntung di negeri Sembahsimbol. Hidupnya berkecukupan, punya istri cantik dan seorang anak yang sehat. Toti adalah anak tunggal dari seorang pejabat tersohor bernama Antarsana. sejak kecil Toti hidup penuh kebahagiaan, tak pernah ia sedikitpun kekurangan. Ibu kandung Toti, Nursini semenjak kecil memberikan kasih sayang yang cukup kepada Toti. Ayah Toti, Antarsana juga memberikan apapun yang Toti mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas tamat sekolah menengah, Toti ingin melanjutkan sekolahnya di negeri seberang. Toti yang gemar perangkat teknologi tinggi ini memilih untuk melanjutkan studi di Conquerico, negara yang sangat maju di seberang lautan Gogimori. Antarsana tentu saja mengabulkan permintaan Toti. Maka berangkatlah Toti ke Conquerico untuk melanjutkan studinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun pun berlalu, Toti kembali pulang ke kampung halamannya. Ia ingin nmenerapkan ilmu yang diperolehnya dari Conquerico, tapi ia tak mau bekerja, melainkan membuka usaha sendiri. Toti berkata kepada ayahnya , "Aku tak mau bekerja dengan orang lain, aku tak bisa diperintah orang, aku mau buka usaha sendiri!". Ayahnya kemudian memberikan modal untuk buka usaha. Dengan bantuan ayahnya akhirnya Toti buka usaha yang berbasis pengembangan teknologi disemua sektor. Toti bukan hanya dapat bantuan modal, tetapi juga bantuan proyek dari ayahnya. Antarsana adalah orang yang sangat berpengaruh di Sembahsimbol. Sebagai tangan kanan Jendral Dosomuko sang penguasa Sembahsimbol, tak seorangpun yang bisa menolak permintaan Antarsana. proyek-proyek pengembangan teknologi negeri Sembahsimbol pun terus-terusan jatuh ke tangan Toti, perusahaan Toti kian berkembang pesat. Tapi perkembangan usaha itu tak dibarengi dengan perkembangan pemikiran Toti. Toti mulai malas-malasan, ia merasa apapun yang ia lakukan akan mendapat bantuan ayahnya. Toti lebih memilih untuk bersenang-senang ketimbang memikirkan perusahaannya. Ia lebih senang plesiran ketimbang datang ke kantornya. Ia berpikir semua usahanya bisa ditangani oleh para karyawannya. "Kalau ada problem pasti akan dibantu oleh ayah", pikir Toti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun situasi dunia berubah, peristiwa besar menimpa Sembahsimbol. Jendral Dosomuko yang puluhan tahun menjadi diktator menakutkan di Sembahsimbol akhirnya dijatuhkan oleh  kelompok oposisi. Jendral Dosomuko akhirnya dipenjara, seluruh hartanya disita. Antarsana juga mengalami nasib serupa, ia dipenjara karena terbukti melakukan korupsi. Perubahan drastis di Sembahsimbol ternyata berdampak pada perusahaan Toti. Kudeta besar-besaran menjatuhkan Dosomuko mengakibatkan kerusakan besar di Sembahsimbol. Rencana rehabilitasi kembali  Sembahsimbol ternyata tak menolong usaha Toti. Ia yang selama ini mendapatkan proyek dari ayahnya ternyata tak bisa "beraksi" medapatkan pelanggan tanpa bantuan ayahnya.  Toti tak pernah belajar melobby, Toti juga tak pernah tahu bagaimana trik mendapatkan tender dan bagaimana berpromosi. akhirnya Toti terus-terusan kalah dari kompetitornya. Toti ternyata juga tak bisa mengatur keuangan. Akhirnya ia bangkrut dan terlilit hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun sudah Dosomuko jatuh. Antarsana akhirnya meninggal di penjara karena sakit keras. Wafatnya Antarsana ini membuat Toti sangat terpukul. hidupnya semakin hancur. Toti akhirnya terperangkap dalam gaya hidup mabuk-mabukan. Istrinya minta cerai karena tak tahan dengan kelakukan Toti yang selalu main tangan. Sebenarnya Toti pernah berusaha untuk bangkit lagi dan memulai usaha. Ia pernah mencoba usaha buka warung makan, pernah juga buka usaha depot minuman ringan. Tapi Toti tak tekun menjalaninya, sebenarnya Toti gengsi menjalankan bisnis yang dia anggap "receh" itu. Toti juga pernah mencoba bekerja dengan orang lain, tetapi ia dipecat karena tak punya etos kerja yang baik. toti terus menumpang bersama ibunya. Setiap hari ia terus memaksa minta uang kepada ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Satu persatu harta benda peninggalan ayahnya dijual untuk mengongkosi gaya hidupnya yang mahal . Setiap ditanya kemana saja ia membelanjakan uangnya, Toti hanya berkata,"untuk melobby pejabat agar dapat proyek!". Tapi semuanya itu tak kunjung membuahkan hasil. Yang ada harta peninggalan Antarsana semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Arbeisonit, adik Antarsana dari negeri Mutarkulit bertandang ke Sembahsimbol. Arbeisonit kemudian mengunjungi kakak iparnya Nursini. Betapa terkejutnya Arbeisonit melihat keadaan rumah peninggalan Antarsana yang nyaris kosong melompong. Nursini pun menceritakan seluruh kejadian yang menimpanya. Betapa marahnya Arbei mendengar cerita Nursini soal kelakuan Toti. Arbei kemudian bertemu Toti dan menasehati Toti. tapi apa yang didapat, Toti malah marah menjadi-jadi dan menuduh Arbei lancang mencampuri urusannya. Betapa terkejutnya toti menyadari ibunya juga tak mau lagi membantunya. Nursini mengatakan "ini saatnya aku memberi pelajaran untukmu!". Toti akhirnya angkat kaki dari rumah ayahnya. tapi dasar Toti culas, ia angkat kaki dari rumah ayahnya sembari membawa dua bongkah emas harta benda ayahnya, padahal itu adalah segelintir harta yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nursini hanya bisa menangis melihat kelakuan anaknya. Kini Nursini tak punya apa-apalagi. Nursini bahkan tak bisa menjual rumahnya, karena surat-surat rumahnya juga diambil oleh Toti. Nursini kini terpaksa hidup sangat sederhana dengan mengandalkan uang pensiunan Antarsana yang tak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara Toti..., entah dimana ia kini. Mudah-mudahan saja dengan kepergiannya, ia bisa menjadi orang yang independen, kita lihat saja nanti. To Be Continued&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikzer Anadrev At Wartel Kompleks Deplu Ciledug  260606&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-6986790257987541777?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/6986790257987541777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=6986790257987541777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/6986790257987541777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/6986790257987541777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/dongeng-dari-negeri-sembahsimbol.html' title='Dongeng Dari Negeri Sembahsimbol'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-5555474302981712968</id><published>2007-08-24T04:53:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:54:21.712-07:00</updated><title type='text'>KODRAT</title><content type='html'>Perbedaan bisa merajut benang warna menjadi indah&lt;br /&gt;Perbedaan bisa kita rayakan menjadi sebuah keriaan&lt;br /&gt;Ratusan ide berbeda yang bisa tercipta hal baru&lt;br /&gt;Sebuah kodrat hadirnya makhluk hidup dari dua kelamin berbeda&lt;br /&gt;Sebuah kodrat ciptaan Tuhan dengan macam-macam makhluk berbeda&lt;br /&gt;Sebuah kodrat Tuhan menciptakan manusia dengan akal&lt;br /&gt;Akal yang menghasilkan pemikiran yang bermacam-macam&lt;br /&gt;bermacam-macam dengan sekian rupa perbedaan&lt;br /&gt;Hidup berdampingan dengan perbedaan adalah kodrat&lt;br /&gt;Kalau tak mau terima dengan kodratmu, kamu harus berpikir...&lt;br /&gt;Mengapa Tuhan menciptakan makhluk yang berbeda-beda&lt;br /&gt;Kalau Tuhan tak menghendaki perbedaan, dia tak akan menciptakan makhluk&lt;br /&gt;Kalau tuhan tak menghendaki perbedaan maka dia akan berhenti mencipta setelah menciptakan Malaikat.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikzer Anadrev at June 19th 2006 (kapan yah gue punya kekuatan cukup untuk memperbaiki kondisi lingkungan gue...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-5555474302981712968?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/5555474302981712968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=5555474302981712968' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/5555474302981712968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/5555474302981712968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/kodrat.html' title='KODRAT'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-92669606357551640</id><published>2007-08-24T04:50:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:52:14.818-07:00</updated><title type='text'>MILISI KAYAK SILIT</title><content type='html'>Baca tulisan di milis milis&lt;br /&gt;Bikin hati jadi miris&lt;br /&gt;seribu sihir bertudung muslim&lt;br /&gt;menggiring si miskin jadi sinis&lt;br /&gt;si miskin sinis berbaris baris&lt;br /&gt;memakai linggis membuka krisis&lt;br /&gt;krisis terbuka jadi makin kritis&lt;br /&gt;senjata ampuh kalimat pluralis&lt;br /&gt;si miskin beringas bikin bergidik&lt;br /&gt;dengan amarah semakin singit&lt;br /&gt;obrak abrik demokrasi&lt;br /&gt;si miskin papa jadi brutalis&lt;br /&gt;jadi milisi kayak silit!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue buat pantun ini teringat akan orang miskin yang dimobilisasi jadi milisi brutal oleh FPI, FBR dan ormas sejenisnya. Manusia dengan No Knowledge, miskin dan terdesak banyak di Indonesia ini. Mereka gampang digunakan karena keterdesakan ekonomi dan terbatasnya ilmu pengetahuan. Yang menjadi pertanyaan kemana aja kaum pro demokrasi selama ini, kenapa koq sedikit sekali yang mau menolong rakyat kecil. sejauh ini kerja kaum pro demokrasi cuma beronani, diskusi dengan teman-teman sejalannya, dan kemudian mengangkat diskusi kedai kopi itu ke beberapa media, sementara para pembungkam demokrasi sudah menggunakan kemiskinan sebagai senjata melawan demokrasi. How can they make changes in the whole society if they are only masturbation!! semoga lekas sembuh teman-temanku....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-92669606357551640?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/92669606357551640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=92669606357551640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/92669606357551640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/92669606357551640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/milisi-kayak-silit.html' title='MILISI KAYAK SILIT'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-926522793141890793</id><published>2007-08-24T04:46:00.001-07:00</published><updated>2007-08-24T04:46:40.425-07:00</updated><title type='text'>Cahaya Yang Tak Pernah Hilang</title><content type='html'>Jangan pernah kau lepas apa yang telah kau dapat", begitu katanya kepadaku&lt;br /&gt;"Kau akan menyesal nanti, buat apa mengejar yang belum pasti, dan melepas yang sudah kau dapat", begitu lagi katanya&lt;br /&gt;Kalimat itu selalu terngiang di telingaku, saat keraguan menghadang. Pesannya beberapa kali berhasil menyelamatkanku Ia adalah orang yang sangat berarti bagiku. Ia adalah pelita hatiku. Dia adalah yang telah pergi tapi masih membayang dihatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarlah dia terbang bagai layang-layang", begitu katanya ketika melepasku pergi. Ia percaya mengekang tak akan mencerahkan. DIa biarkan aku terbang kemanapun aku suka. Tapi ia tahu sayangku tetap kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memang lentera kami yang sejak dulu ia menerangi kami sekeluarga.&lt;br /&gt;Cahayanya menaungi kami, membuat kami tenang dan terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh hangat buatan dia terasa lebih hangat karena dibuat dengan resep cinta&lt;br /&gt;Makanan buatannya terasa lebih gurih karena pakai bumbu kasih sayang&lt;br /&gt;elusan tangannya selembut kapas karena dilakukan dengan jiwa keibuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, kini kau telah pergi. Aku tak akan pernah bisa merasakan elusanmu, nmenyeruput teh hangatmu, atau mengunyah kue buatanmu. Yang aku rasakan saat ini hanya pesan-pesanmu yang menjadi bekal hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, aku harap kamu mendengar pintaku. tolong doakan aku ma. doakan aku agar bisa mempertahankan apa yang telah kucapai. ternyata lebih sulit mempertahankan daripada menggapai. Aku harap semua yang bisa kuraih hari ini terus berada sdalam genggamanku hingga akhir hayatku, aku harap tak ada yang harus aku ganti, justru aku sangat berharap apa yang aku capai hari ini bisa bertambah di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, doakan aku agar kuat menjalani cobaan yang mungkin akan aku hadapi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, Papa sedang sakit sekarang ini, ia tak bisa bangkit dari tempat tidurnya. Aku harap engkau mendo'akan dia juga yahhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama engkau lentera yang telah pergi, tetapi cahayamu masih menerangi kami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikzer anadrev at april 24 , 2006.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-926522793141890793?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/926522793141890793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=926522793141890793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/926522793141890793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/926522793141890793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/cahaya-yang-tak-pernah-hilang.html' title='Cahaya Yang Tak Pernah Hilang'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-3719030226129665044</id><published>2007-08-24T04:43:00.001-07:00</published><updated>2007-08-24T04:43:56.137-07:00</updated><title type='text'>TOREHAN KEDUA</title><content type='html'>Apakah tak cukup sebentuk niat baik itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang troubadour menyampaikan kabar baik dari negeri yang jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun jauh disana tak bisa terlihat oleh mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pasti terasa dihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang belum sempurna niat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ibarat bouraq dalam hikayat Isra’ Mi’raj&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bisa secepat kilat naik ke Sidratul Muntaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tergantung kesepakatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan mau senasib sepenanggungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap harap cemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang harus bertopang dagu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang harus sesal kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kabar baik dari negeri jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun jauh disana tak bisa terlihat oleh mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pasti terasa dihati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-3719030226129665044?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/3719030226129665044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=3719030226129665044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/3719030226129665044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/3719030226129665044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/torehan-kedua.html' title='TOREHAN KEDUA'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-344500947295854457</id><published>2007-08-24T04:37:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:42:04.202-07:00</updated><title type='text'>Parade Coretan Sableng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tukang kecap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ocehan penjaja kecap di depan podium rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Podium rakyatkah itu?. Bukan!, itu memang podium tukang kecap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Podium tukang kecap untuk menjual kecap kecap beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuuuuueeeeeecaaaaaaaaaaappppp!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuoeeeecappppppp baaaaaaaaassssiiiiiiiii!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati.. kecap basi bisa membuatmu miskin dan tertindassss!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Sombong&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buang saja  CD sample itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya sampah tak berguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak usah diputar di radio kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, lagu ini banyak yang suka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lain yang bodoh apa telingaku yang terlalu selektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodo ah!!, yang penting jangan putar lagu busuk itu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanpa Judul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nuansa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh nuansa untuk memperbaiki hidupku yang monoton..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Megadeth and Misfits&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sangat berarti buatku……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tai Ledig&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada ludwig van johansen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah siapa itu aku juga tak tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlintas aja namanya dikepalaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bedil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa jaman baheula yang artinya senapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga…, tai ledig.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingatkanku sama teman sejalan bernama Sidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinginnya dipanggil Shit Fuckin Dick&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar keren katanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar nginggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama kalo diliat mukanya kaya tai ledig&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Masih Percaya Sama Mereka?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Puritan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hanya tinggal sebutan saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku tak ada lagi yang suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorban dan cadar itu hanya penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menutupi kebusukan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih busuk dariku yang pendosa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa…,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku tak pernah munafik seperti mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang membawa-bawa kalimat Tuhan untuk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menindas dan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membunuh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Kunyux&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Phitecantropus Erectus = Monyet berjalan tegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cro Magnon = Monyet berjalan tegak yang sudah bisa mikir dikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homo Sapiens = yah, kite kite ini dong hehehehehe………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentunya Ikzer anadrev yang buat . PAda tanggal 18 Februari 2006 setelah 11 jam menguasai opini publik di 400 kota di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-344500947295854457?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/344500947295854457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=344500947295854457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/344500947295854457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/344500947295854457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/parade-coretan-sableng.html' title='Parade Coretan Sableng'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-2127788902891496353</id><published>2007-08-24T04:35:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:37:18.512-07:00</updated><title type='text'>CORRUPTION UNDERCOVER</title><content type='html'>I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei, lo mau nyuruh gue korupsi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa gue selalu minta bon ketika mengisi bensin motor gue. Yah…, seperti biasa juga bon bensin ini gue serahkan ke sekretaris redaksi untuk diklaim. Seperti biasa gue selalu mengingatkan petugas pom bensin agar mencatat bon itu dengan semestinya. Tapi sekali waktu gue lupa dengan kebiasaan itu, petugas pom bensin itu dengan tampang tanpa dosa menyerahkan bon kosong kepada gue. Kontan aja gue teriak ,”Hei, lo mau nyuruh gue korupsi!!!”. Dengan senyum kecut petugas pom bensin itu kemudian mengambil bon itu dari tangan gue dan mencatat bon itu. Hmmm…, petugas pom bensin aja memberi ruang kepada kita untuk korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuitansinya dilebihin mbak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu gue nemenin cewek gue ke klinik karena dia demam tinggi. Setelah diperiksa dokter dan dinyatakan positif typhoid alias tipus, kami pergi ke kasir untuk menebus resep. Petugas kasir kemudian menanyakan kepada cewek gue, “Kuitansinya dilebihin mbak?”. Syukurlah, cewek gue gak punya bakat koruptor, dia kemudian mengatakan ,“nggak usah mbak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dibantu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu sang Presiden berjanji untuk memberantas pungli. Pada saat yang sama teman baik gue , Goro dan Jimi lagi kesal karena mereka masing-masing telah habis Rp.600.000,- untuk mendapat SIM C, padahal tarif resmi untuk SIM C Cuma Rp.90.000,-. Entah mengapa kebetulan sekali, besoknya gue dapat tugas dari koordinator liputan gue untuk memantau pelayanan pembuatan SIM di Samsat DKI Daan Mogot. Pagi-pagi sekali gue arahkan “supri” ( nama panggilan untuk motor gue) ke Daan Mogot. Semsampainya di sana gue sudah ditodong oleh petugas parkir dengan kalimat, ”mo buat SIM boss, perlu dibantu?”. Gue kemudian jawab “makasih mas, sudah ada yang bantu koq”. Bukan hanya itu, ketika gue lagi parkirin motor gue, seorang ibu penjual pensil menghampiri gue dengan kalimat yang sama,”perlu saya bantu mas”. Gue jawab lagi,”ndak usah bu,terima kasih”. Sayang gue gak bisa menelisik lebih jauh praktek-praktek jahanam itu karena gue harus on air untuk laporan tanya jawab dengan penyiar. Gue ungkapkan aja semua yang terjadi di halaman gedung Samsat itu. Dari tukang parkir, tukang jual pensil, penjaga WC umum semuanya rangkap jabatan sebagai calo. Sayang gue belum sempat tahu apa yang terjadi di dalam gedung Samsat itu sehingga Jimi dan Goro harus habis banyak uang untuk mendapatkan SIM yang seharusnya merupakan hak mereka sebagai warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipalak untuk mendapatkan hak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari gue meliput acara diskusi di sebuah kafe. Begitu gue masuk ke kafe itu seorang wakil rakyat sedang berbicara. Si wakil rakyat ini berkata,”Kalau lagi bikin SIM anda dimintain duit itu bukan korupsi karena saat itu anda sedang berjuang mendapatkan hak anda, itu ada dalilnya”. Begitu gue dengar bacot gue yang sering tak bisa dijaga ini kemudian berkata “gawat, masa kita harus dipalak untuk dapetin hak kita!!”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-2127788902891496353?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/2127788902891496353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=2127788902891496353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/2127788902891496353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/2127788902891496353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/corruption-undercover.html' title='CORRUPTION UNDERCOVER'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-641627845244314859</id><published>2007-08-24T04:34:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:35:22.146-07:00</updated><title type='text'>Untuk aku, dia dan dia yang belum tercipta</title><content type='html'>Pagi itu, mata baru terbuka.&lt;br /&gt;Aku menghubungi dia&lt;br /&gt;‘Tuk ingatkan jangan lupa berkomunikasi dengan Causa Prima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, aku ingat telah berjanji satu hal pada diriku&lt;br /&gt;Kendalikan hasrat, jangan biarkan itu merusak semua impianmu&lt;br /&gt;Walau berat aku tetap lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aku, dia dan dia yang belum tercipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terlayang , jutaan jam yang lalu Dewa Bachae menjadi Tuhanku&lt;br /&gt;Aku menyembahnya untuk selinting daun ketawa&lt;br /&gt;Aku menyembahnya untuk sebotol air kata-kata&lt;br /&gt;Aku menyembahnya untuk sesosok tubuh yang bertuliskan “Rent for your pleasure”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutaan jam yang lalu&lt;br /&gt;Tak terbersit di jaringanku kalimat “untuk dia dan dia yang belum tercipta”&lt;br /&gt;Hanya ada aku , aku dan aku dan semuanya untuk aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutaan jam yang lalu&lt;br /&gt;Aku tak berpikir untuk milyaran jam ke depan&lt;br /&gt;Kini aku siap dengan akibat itu semua&lt;br /&gt;Tapi aku harap niat baik akan membawa sebuah obor ‘tuk memanduku&lt;br /&gt;Memanduku melihat jurang-jurang buatanku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua untuk aku, dia dan dia yang belum tercipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikzer Anadrev, at 101205&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;horraaaayyyy it's a human right day!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-641627845244314859?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/641627845244314859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=641627845244314859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/641627845244314859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/641627845244314859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/untuk-aku-dia-dan-dia-yang-belum.html' title='Untuk aku, dia dan dia yang belum tercipta'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-2012106995763916973</id><published>2007-08-24T04:30:00.001-07:00</published><updated>2007-08-24T04:30:51.895-07:00</updated><title type='text'>Sebentuk Kehidupan</title><content type='html'>Ilmu memberi kita kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu karir datang dan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah pembebasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa harga dari sebuah kehormatan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku punya botol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusobek wajahku dengan botol itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar aku tak lupa darimana ku berasal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak pernah bicara soal cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya mabuk kepayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan., kita tak pernah bisa mendapat cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini sudah berakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentuk kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap punya botol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulukai wajah cantikku ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar aku tak lupa siapa diriku………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikzer Anadrev, july 12th 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dan diterjemahkan dari lagu Manic Street Preachers "Design For Life"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-2012106995763916973?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/2012106995763916973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=2012106995763916973' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/2012106995763916973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/2012106995763916973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/sebentuk-kehidupan.html' title='Sebentuk Kehidupan'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-144527184158771858</id><published>2007-08-24T04:28:00.001-07:00</published><updated>2007-08-24T04:28:24.735-07:00</updated><title type='text'>Veux Da Machina I</title><content type='html'>Layar itu masih masih mempertontonkan hal yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah-wajah manis berbungkus pakaian gemerlap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paha mulus dan tonjolan dada yang merangsang hormon testosteronku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup yang mahabeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beli,beli,beli dan beli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja adalah ritualku…, Uang adalah agamaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi adalah Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah HambaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan melakukan apa saja yang Engkau perintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan contoh apa yang Engkau persembahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beli,beli,beli dan beli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang,uang,uang dan uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin menggunung uang itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin aku menjadi umatMu yang taat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan belanja sebanyak yang aku bisa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikzer Anadrev at May 28th 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-144527184158771858?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/144527184158771858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=144527184158771858' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/144527184158771858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/144527184158771858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/veux-da-machina-i.html' title='Veux Da Machina I'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-2580572289780108907</id><published>2007-08-24T04:25:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:26:15.984-07:00</updated><title type='text'>Veux Da Machina II</title><content type='html'>Kuil itu menggodaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuh dengan peralatan sembahyang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat aku beribadah kepadaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan beribadah sekhusyuk mungkin ya Televisi ku yang Maha Agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Kamu memotivasiku untuk terus kerja dan bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bekerja semata-mata untukMu ya Televisiku yang Maha Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar aku bisa terus beribadah di kuil itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeli peralatan sembahyang yang trendy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeli makanan yang sedang trend di kuil itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya aku lakukan semata-mata hanya untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku adalah hamba sahayaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku adalah milikMu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikzer Anadrev at May 28th 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-2580572289780108907?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/2580572289780108907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=2580572289780108907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/2580572289780108907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/2580572289780108907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/veux-da-machina-ii.html' title='Veux Da Machina II'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-3793453898688118372</id><published>2007-08-24T04:23:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:24:14.594-07:00</updated><title type='text'>Gelat Master Kakakku</title><content type='html'>Rantai berat itu telah lama mengikat pinggangmu. Setiap hari engkau  harus berjalan seolah mendaki untuk menyeret  rantai yang berat yang menjulur hingga ke bumi. Keringat bercucuran di sekujur tubuh. Pinggangmu pun telah lama luka akibat rantai itu. Lukamu itu telah memborok dan busuk. Lukamu itu membuatmu bertemperamen tinggi. Bak harimau yang terluka, kamu cepat berang dan menyerang siapa saja yang mengganggumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kamu selalu kalah akibat bebanmu terlalu berat. Rantai itu terlalu berat buatmu. Rantai itu  bukanlah kebangganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat disaat kau baru menerima rantai itu. Kamu tertawa girang dan terus memandangi rantai itu. Rantai berkilat yang baru saja menjadi bagian dari dirimu.Engkau berlari  ke selatan , ke utara, ke barat dan ke timur untuk memamerkan rantaimu itu. “Hai....,Aku telah menjadi  orang” ,kamu bilang. Seolah engkau anggap engkaulah orang tersukses di dunia ini. Tapi, beberapa waktu kemudian engkaupun capek untuk terus-terusan berbangga terhadap rantai itu. Orang-orang itu terus-terusaan menginjak rantaimu yang kian panjang itu. Pinggangmu pun telah luka akibat rantai yang bertambah berat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, pada dasarnya dirimu tidak bertambah barang sesenti pun. Kamu tetap kamu yang dulu. Rantai itu keberatan buatmu. Kamu harus bisa mengimbangi beratnya rantai itu. Bapak tua yang berkumis dan berambut putih itu pernah berkata “Jangan pernah bangga dengan kesuksesanmu, Tapi banggalah kepada dirimu jika kamu telah dianggap bernilai bagi orang lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikzer Anadrev at &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;June 27th, 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-3793453898688118372?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/3793453898688118372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=3793453898688118372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/3793453898688118372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/3793453898688118372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/gelat-master-kakakku.html' title='Gelat Master Kakakku'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-7618807036173720732</id><published>2007-08-24T04:21:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:22:08.660-07:00</updated><title type='text'>Coretan Gila</title><content type='html'>orang gila……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu orang-orang memanggilku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka pasti menjauh bila melihatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak kecil langsung lari kucar kacir begitu melihatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ada juga yang langsung melempariku dengan batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mengejekku sambil berteriak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG GILA!!!, ORANG GILA!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah siapa yang gila, aku atau mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anggota DPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baku&lt;br /&gt;hantam di parlemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pakai acara naik-naik meja segala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka tak tahu malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka sudah gila….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tak pernah dibilang gila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para pejabat korupsi berjama’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbuatan mereka benar-benar gila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maling uang rakyat yang gila-gilaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangankan dibilang gila,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hukum saja susah menyentuh mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku yang terduduk disini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di emperan toko tak bisa berkata apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya orang gila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya bahan tertawaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya momok bagi orang-orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi aku tak segila anggota DPR yang hobi berkelahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak segila para pejabat yang rakus seperti babi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya korban kebiadaban orang waras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikzer Anadrev  pada suatu malam di 2005 sehabis pulang liputan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-7618807036173720732?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/7618807036173720732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=7618807036173720732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/7618807036173720732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/7618807036173720732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/coretan-gila.html' title='Coretan Gila'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-6249869639891597476</id><published>2007-08-24T04:16:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:19:46.536-07:00</updated><title type='text'>Drakula Termarjinalkan</title><content type='html'>Nosferatu, Nosferatu, Nosferatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang itu bergidik ketakutan melihatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lari ketakutan tak tentu arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku terbangun kelaparan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haus.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapar.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemas.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosiku tak terkendali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku murka terhadap mereka yang tidak mengerti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengerti keadaanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya meminta kepada mereka untuk mencari darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetes darah pun cukup untuk memulai kehidupanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mereka lari tunggang langgang  melihatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang menyeramkan, menakutkan dan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup membuat bulu kuduk merinding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, aku tidak akan menyakiti mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi menyedot darah mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cukup menghargai kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tahu mereka juga berhak hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiku............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiku yang terlahir dan kemudian mati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian kekal dalam wujud yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa boleh buat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seonggok daging tak bernyawa yang meliputiku ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah dihargai sebagai makhluk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa aku tidak menghargai hidup mereka.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikzer Anadrev at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;June 27th ,2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-6249869639891597476?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/6249869639891597476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=6249869639891597476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/6249869639891597476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/6249869639891597476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/drakula-termarjinalkan.html' title='Drakula Termarjinalkan'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4253957772281683837.post-6701429270910236551</id><published>2007-08-24T04:13:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T04:15:43.956-07:00</updated><title type='text'>Manusia Dengan Barcode Ditengkuknya</title><content type='html'>Tak ada inspirasi, tak ada sentuhan, tak ada rasa, hanya sekumpulan energi. Diam, kosong tanpa ekspresi hanya jari yang terus bergerak di papan kata. Rasa itu sudah terbuang saat tanda tangan terbubuh di selembar kertas. Berputar-putar di kandang beroda seperti marmut. Tak henti,tak henti sampai lelah dan mati…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikzer anadrev at &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 13th  2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4253957772281683837-6701429270910236551?l=endonesyasucks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/feeds/6701429270910236551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4253957772281683837&amp;postID=6701429270910236551' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/6701429270910236551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4253957772281683837/posts/default/6701429270910236551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesyasucks.blogspot.com/2007/08/manusia-dengan-barcode-ditengkuknya.html' title='Manusia Dengan Barcode Ditengkuknya'/><author><name>INDONESIASUX!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05976599401243913529</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
